img

YPM NUSANTARA

Yayasan Peduli Masyarakat Nusantara

HUTAN LESTARI PALOLORCHID

Image
Image

HUTAN LESTARI PALOLORCHID

Endemic Orchid and Forest Protection Program in Palolo

Konservasi Anggrek Endemik & Hutan Palolo

Desa Karunia – Kecamatan Palolo – Kabupaten Sigi

Kawasan hutan Palolo di Kabupaten Sigi merupakan salah satu bentang alam penting di Sulawesi Tengah yang menyimpan keanekaragaman hayati tinggi, termasuk berbagai jenis anggrek endemik Sulawesi yang memiliki nilai ekologis dan konservasi yang sangat tinggi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, habitat alami anggrek menghadapi tekanan akibat perubahan fungsi lahan, pengambilan anggrek liar, dan degradasi hutan.

Berangkat dari kondisi tersebut, masyarakat Desa Karunia, Kecamatan Palolo, menginisiasi Program Penangkaran Anggrek Endemik Berbasis Konservasi Hutan, sebagai upaya nyata melindungi spesies anggrek lokal sekaligus menjaga kelestarian hutan Palolo sebagai habitat alaminya.

Program ini memadukan konservasi in-situ dan ex-situ, di mana anggrek endemik dikembangbiakkan secara berkelanjutan melalui penangkaran desa, sementara habitat hutannya tetap dijaga melalui edukasi, patroli sosial, dan peningkatan kesadaran masyarakat. Dengan pendekatan ini, eksploitasi anggrek dari alam dapat ditekan, sekaligus memastikan keberlangsungan spesies di lingkungan alaminya.

Penangkaran anggrek di Desa Karunia dikelola langsung oleh masyarakat lokal—pemuda, kelompok perempuan, dan petani hutan—sebagai bagian dari model konservasi berbasis komunitas (community-based forest conservation). Selain berdampak pada pelestarian keanekaragaman hayati, program ini juga menciptakan alternatif ekonomi ramah lingkungan yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Inisiatif ini berpotensi berkembang menjadi pusat konservasi anggrek endemik Palolo, yang berfungsi sebagai lokasi pembelajaran, penelitian, dan model praktik baik konservasi hutan berbasis desa. Program ini selaras dengan komitmen global terhadap perlindungan keanekaragaman hayati, pengelolaan hutan berkelanjutan, serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 (Climate Action), SDG 15 (Life on Land), dan SDG 8 (Decent Work & Green Economy).

Kami membuka peluang kemitraan strategis dengan NGO internasional, lembaga konservasi, dan institusi riset global untuk memperkuat perlindungan anggrek endemik dan hutan Palolo, serta mengembangkan model konservasi yang inklusif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di wilayah lain.