MALEO GUARDIANS PROGRAM
Protecting Sulawesi’s Endemic Maleo through Conservation
Burung Maleo (Macrocephalon maleo) merupakan spesies burung endemik Sulawesi yang kini berstatus terancam punah, akibat perusakan habitat, pengambilan telur, dan tekanan aktivitas manusia. Desa Pakuli Utara, Kabupaten Sigi, berada dalam lanskap penting bagi jalur ekologi Maleo, menjadikannya lokasi strategis untuk upaya konservasi berbasis masyarakat.
Sebagai respons atas ancaman tersebut, masyarakat Desa Pakuli Utara tergabung dalam LEMBAGA PENGELOLA KONSERVASI DESA (LPKD) SINGGANI bekerjasama dengan Yayasan Peduli Masyarakat Nusantara mengembangkan Program Penangkaran Burung Maleo Berbasis Konservasi, yang mengintegrasikan perlindungan habitat alami, penetasan semi-alami, dan edukasi masyarakat.
Program ini menitikberatkan pada pendekatan community-based wildlife conservation, di mana masyarakat lokal berperan aktif dalam menjaga lokasi bertelur Maleo, melakukan pengawasan sosial, serta mendukung proses penetasan dan pelepasliaran anakan Maleo ke habitat yang aman. Pendekatan ini bertujuan memastikan keberlanjutan populasi Maleo tanpa merusak keseimbangan ekosistem.
Selain aspek konservasi satwa, program ini juga mendorong peningkatan kesadaran lingkungan dan alternatif ekonomi ramah konservasi, seperti ekowisata edukatif dan kegiatan pendukung berbasis desa. Dengan demikian, perlindungan Burung Maleo menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat setempat.
Program Penangkaran Burung Maleo Desa Pakuli Utara sejalan dengan agenda global perlindungan keanekaragaman hayati dan spesies terancam punah, serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 15 (Life on Land), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 8 (Decent Work & Green Economy).
Kami membuka peluang kemitraan dengan NGO internasional, lembaga konservasi satwa liar, dan institusi riset global untuk memperkuat perlindungan Burung Maleo dan mengembangkan model konservasi satwa endemik berbasis desa yang berkelanjutan dan dapat direplikasi.