Kehidupan memprihatinkan dialami Ibu Marni (59), warga Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Di usia yang tidak lagi muda, Ibu Marni harus bertahan hidup dalam kondisi serba kekurangan dengan tempat tinggal yang jauh dari kata layak.
Rumah yang ia tempati saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan. Bagian dapur dilaporkan telah rubuh dan tidak dapat digunakan, memaksa Ibu Marni menjalani aktivitas sehari-hari dengan fasilitas seadanya. Kondisi tersebut semakin memperberat beban hidupnya, terutama saat musim hujan dan malam hari.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Ibu Marni mengandalkan penghasilan yang sangat tidak menentu. Ia mencari sisa-sisa hasil panen jagung milik warga lain untuk dikumpulkan dan dijual kembali. Dari hasil tersebut, ia hanya mampu membeli kebutuhan pokok sederhana, seperti beras, demi bertahan hidup dari hari ke hari.
Warga sekitar mengetahui kondisi Ibu Marni, namun keterbatasan ekonomi membuat bantuan yang diberikan masih sangat terbatas. Hingga kini, belum ada perbaikan signifikan terhadap kondisi rumah maupun jaminan penghidupan yang lebih layak bagi Ibu Marni.
Kondisi yang dialami Ibu Marni menjadi gambaran nyata masih adanya warga desa yang hidup dalam keterbatasan dan luput dari perhatian. Diharapkan adanya kepedulian bersama, baik dari pemerintah daerah, lembaga sosial, maupun masyarakat luas, agar Ibu Marni dapat memperoleh bantuan yang layak dan hidup dengan lebih manusiawi.